“AIR MATA DALAM BOTOL”

Semula aku mengira tak akan ada lagi kesempatan panjang untuk bisa menyelesaikan drama kehidupan ini.

Benar tak ada waktu lagi,kini aku harus memutar waktu untuk bisa mendapatkan sebuah kebahagiaan yang begitu ingin kudapatkan.Namun semua permohonan itu tak bisa kudapatkan bila hanya lewat keinginan saja.

Bermula dari kecintaanku lewat karya tulis dan kini ku tapaki sedikit demi sedikit.

Awalnya aku ragu akan kepuasan seseorang ketika menelan kisah pahit ku ini.

Sebab tak ada yang begitu indah untuk disimak,hanya kisah yang seharusnya tidak pantas untuk di perluas dan diucapkan.

Perubahan yang terjadi dalam begitu singkat,layaknya aku tak pantas untuk menerima semua perlakuan seperti ini.

Tidak pantas…sangat tidak pantas kudapatkan perlakuan ini!

Namun,semua tak ada arti lagi bila terus kusesali..

Perempuan kecil…yang tak berdosa,menangis di kegelapan malam…

Berdoa memanggil Tuhan,yang dia kenal lewat ajaran Ayah dan Ibunya……

Hmm..aku masih ingat perkataan Ibu ku,”yang berkata”,bila aku menangis...berdoalah,maka Tuhan akan menghapus air mata mu.”

Lalu,kata

Ayah ku”,bila aku sakit,berdoalah minta agar Tuhan menyembuhkan sakitmu.”

Sejak saat itu aku sungguh bisa merasakan kebesaran Tuhan,dan aku begitu dekat akan Penyertaan Nya.Namun itu tidak begitu lama kurasakan baik.

Melebihi apapun,aku akan memastikan tidak ada rahasia yang tinggal atau aku lupa.Segala hal akan ku ungkap.Bermula dimasa dimana kemanisan yang sewajarnya menyambutku dan bukannya ketidakwajaran yang menyambut ku di usia tujuh Tahun.

Kekerasan dalam ketidakwajaran menyambut dengan tidak ada rasa malu dan dosa.

Lugu sekali bocah tujuh tahun ini.Tak mengerti apa yang sedang dia hadapi.

Bodoh sekali…terlalu bodoh untuk ku ratapi.

Namun ketegangan yang terjadi bukan lah atas dasar kehendakku.

Mengerikan tapi pasti.

Rupa seorang yang sangat kutakuti menatap dengan tidak ada pertimbangan akal sehat.

Sejak dirinya menginjak-injak pribadiku,aku buta akan kewajaran.Melihat wajah Tuhan saja,aku Layu!!!

Tak mungkin kemarahan-kemarahan ini akan terus menerus ku ucapkan.

Lebih baik menyambut kematian,ketimbang harus melihat sosok Iblis yang telah Mengenalkan perlawanan-perlawanan akan kebenaran.

Dan dendam yang tidak mampu untuk kumusnakan.Andaikan saja ketika saat itu aku mampu pahami dan kuasai,begitu sempurna nya kecantikan ini.

Mungkin Dunia ini akan tersentak malu untuk mencintai pribadiku,dan tak akan ada penerimaan yang baik untuk ku,

Karena aku yakin seluruh penghuni jagad raya ini akan terdiam tanpa kata..

Atau mereka akan memalingkan Wajahnya dan mencoba mengalihkan pandanganku pada sosok kemusnaan.

Racikan para pendiri agama tak akan bisa menyambut masalah ini dengan Mudah,sebab luar biasa tidak Wajar.

Atau para ilmuan psikolog akan terdiam melihat lemah nya iman dan pengharapan akan Kesembuhan yang terjadi luar biasa,dan bahkan mereka akan berkata semua hanya akan Bisa terselamatkan oleh kuasa hati yang pernah dicicipi Firman saja,selebihnya tidak akan mungkin baik,bila Mujizat tidak berkata apa-apa.

Mungkin lama sudah semua ini ku simpan,sekian puluh tahun tidak mengenalkan jati diri yang sebenarnya,dan saat ini semua telah ketahui pasti.

Lebih baik aku tinggal dalam sebuah keanehan saja,sebab bila aku pulih sekalipun,pribadi itu tidak akan ku kenalkan pada perubahan yang baru.

Sebab lembaran masa lalu itu,

Begitu pahit nya,begitu sakitnya,begitu nistanya,aku seorang perempuan Jalang,

Semasa kecil tak kenal Tuhan,hanya ada diary kusam untuk aku bisa menulis kan kepahitan yang aku rasakan di masa lalu itu.

Tertulis dengan penah Hitam,terlihat banyak kerutan-kerutan dalam tiap lembaran kertas diary ku,bekas terjatuh nya air mata:”aku begitu takut menangis namun,aku tidak mengerti untuk apa aku harus menangis?”

Lalu aku menahan kegelisahan,menutup Wajah pucat pasi dalam bantal yang penuh aroma minuman memabukkan.

Setiap malam Ayah ku mencium bibirku,dan berusaha untuk membuka baju tidurku.

Ketika malam akan tiba,ketakutan Luar biasa itu menghantui pikiranku,

Apa lagi yang akan Ayah lakukan Terhadapku.

Perempuan yang bodoh yang tidak ada kekuatan untuk melawan sang Ayah...yang begitu di hormatinya.

Tak kuat lagi aku!

Ini hal wajar atau tidak Wajar…aku tidak mengerti????

Apakah arti kegelapan ini………..?!

Semua manusia tidak ada yang mendengarkan jeritan kecil ku…

Aku tak kuat,sungguh aku tak bisa pahami,apa maksud Orang Tua ini???

Aku tak tahan,namun aku mencoba untuk berhenti menangis,karena telah diberikan selembar uang kertas untuk besok aku jajan.Hampir kaya aku diantara teman-teman ku.

Usia ku bertambah dan pengetahuan ku pun semakin bertumbuh dengan sendirinya,

Sejak saat itu dia tak sering lagi mendatangi dan menggangu tidur ku.

Sesekali dia mencoba lagi,namun aku berteriak dan dia meninggalkan aku dengan

Wajah pucat,dan dalam Waktu tidak berdekatan Ibu ku datang dan berkata,”apa yang terjadi,Nak…”

Lalu ku ucap…tidak Ibu aku hanya bermimpi buruk,

Begitu ku cintai Ibuku hingga aku tidak ingin memisahkannya dengan Ayahku dan hanya menggantikan sebuah kebenciaan,yang saat ini kurasakan.

Akhirnya semua alam berubah menjadi kebenciaan yang tak pernah ku kenal sebelumnya!

Namun dengan begitu mampunya semua ku perlihatkan dengan penuh yakin,bahwa aku begitu baik.

Dan tidak ada dendam yang kutampakkan pada sang Ayah,

Tapi tidak di kedalaman hati ini.

Tak ada kesempatan baginya untuk bisa menghapus dendam ini dalam dagingku.

Aku sungguh membenci dirinya!

Meskipun ketika itu aku sudah mengenal ajaran Tuhan.

Namun semua kebenciaan itu tidak mampu untuk ku hentikan.

Aku pernah bilang “ lebih baik hidup dalam keanehan dari pada menyambut lagi pribadi yang pernah ku tinggalkan…yaitu tawaran indah masa kanak-kanak yang terbahagiakan.”

Air mata ku deras kembali menusuk hati ku.

Setegar apapun kini kedewasaan ku,aku tetap terlihat begitu Aneh dan tak berwarna.

Perempuan kecil yang sudah di sambut penuh ketidakwajaran…

Yang seharusnya hadir di masa keceriaan dan kebahagiaaan yang pantas nya itu kudapat.

Bilapun aku harus menelan dalam kesakitan ini,biar pun semua penghuni surga kembali menelantarkan ku lagi….tak apa,aku mungkin layak untuk menerimanya!

Pikiranku yang begitu keras dan hatiku yang begitu mudah terluka.

Sanggup menerima ketidakwajaran dan perlawanan.

Meski aku hidup dalam masa penanaman iman yang tidak baik,lahir ditengah keluarga Yang tidak mengenal Tuhan Yesus dengan baik.Namun aku mampu menghidupkan Iman ku dengan menampung tetesan-tetesan air mata yang kutampung di sebuah botol kecil.

Ketika itu aku hidup dalam sebuah pengertian “bahwa setiap hari minggu aku harus berangkat ke gereja,lalu bernyanyi disana dan mendengarkan Firman,lalu aku berdoa dan sambil menggenggam kuat botol kecil yang sering ku kantongi itu…

Ketika berdoa,aku berusaha untuk tidak menangis namun itu sulit sekali…

Kutampung air mata ku itu dalam botol kecilku…….

Pernah sesekali Guru sekolah Minggu berkata padaku “apa yang ada dalam botol kecil mu itu…”

Ku balas dengan berucap “tak ada bu Guru…,lalu aku pulang dengan terburu-buru.

Itulah kisah yang masih ku ingat di masa kecil ku dulu;…….penuh dengan keanehan.

Orang Tua aku selalu mengajarkan kepadaku agar Hidup saling mengasihi dan Jangan pernah membalaskan kejahatan dengan kejahatan.

Aku tetap ingat akan ajaran itu….

“Namun sampai hari ini aku tidak bisa mengajarkan nya dalam hidupku sendiri.”

Aku sering sekali menjadi motivasi buat teman-teman ku,setiap hal yang baik yang di Ajarkan orang Tuaku,selalu ku bagikan kepada mereka.meskipun semua yang mereka Ajarkan itu,hal baik…untuk pendewasaan yang akan ku tempuh.

Namun semua yang ku terima tidak semanis ajaran perkataan yang mereka ucapkan.

Penuh kepalsuan dan kebohongan,aku mengerti semua nya sekarang!!!

Seorang Ayah yang hidup dalam kedagingannya,seorang Ibu yang hidup dalam kemewahan nya.

Dan seorang anak yang masuk dalam keabadian luka.

Sesekali perjalanan hidup ini ku syukuri…namun tak lepas dari kesemuanya,aku hanyalah berpura-pura agar tak nampak oleh orang lain keterpurukan ini.

Yang Maha Esa tak begitu ku senangi…sebab aku tak begitu mengenal Dia!!!!

Yang hanya aku tahu semua hidup yang aku jalani ini,tak ada yang ditangani olehNya.

Dan bahkan yang dulu aku tahu Sang Esa hanya cinta pada teman-teman ku yang bahagia Saja.tidak seperti aku yang tidak pernah bahagia.

Penipisan Iman itu cukup besar kurasakan ketika air mata yang ku simpan di botol kecil itu mulai penuh…

Ketika keheningan malam datang..aku segera menutup dan mengunci kamarku.

Agar Aku bisa aman untuk memejamkan mata ini.

Pintu kamarku ..berbunyi pelan-pelan,dia berusaha untuk mengindap masuk…namun tak Bisa semudah cara nya yang dulu,

Saat ini aku sudah banyak mengerti bahwa aku harus menangis dan memanggil Tuhan agar dia tidak menyakiti aku lagi.meski sebelumnya belum pernah ku lakukan.Namun aku tertarik untuk mencobanya.

Biar bagaimana pun juga aku penasaran dengan apa yang pernah di sampaikan oleh Ibuku,”bila aku Menangis panggil Tuhan untuk menghapus Air Matamu”.

Kutahu Tuhan tak tuli,pasti akan ada pergerakan darinya,untukku…

Malam itu begitu hening,air mata yang kusimpan selama 1 tahun dalam botol itu.

Tampak terlihat begitu besar …tak sanggup aku merasakan kekuatan yang masuk ke dalam hatiku , ku lawan namun aku tetap kalah..dan sampai pada akhirnya ku biarkan saja keanehan yang belum pernah kurasakan itu memasuki alam bawah sadarku.

ku lihat ada cahaya yang begitu silau…dan aku tak kuat untuk menatap lama cahaya itu!!!

Aku begitu takut dan hampir jantung ku terhenti ketika ada suara berkata”Akulah jalan kebenaran dan Hidup..”

Sungguh kata-katanya tak sanggup ku hentikan lewat pikiranku.

Aku bisu…!!!

Aku tak tahu lagi..aku hanya menunggu agar semua ini hanya mimpi .

Dan tak lama sinar itu menghilang…”

Setelah kisah itu kulalui,ada hal yang luar biasa,aku mendapatkan pengertiaan,bahwa botol kecil yang terpenuhi air mata telah menjadikan kisah ku berbeda.

Dan aku mampu memenangkan perkara-perkara kecil itu,hingga aku bisa mengampuni Ayahku,dan aku mengenal Figur Bapa yang baru.

Aku juga mengerti semua permasalahan yang terjadi,adalah alasan untuk aku dapat mengenal seorang Bapa yang selama ini ku rindukan.

Dan akan ada Botol Besar di depan yang akan aku penuhi,itulah perkara-perkara Besar yang Tuhan percayakan kepadaku.

Lewat kejadian itu aku memiliki pengertian yang sangat luar biasa tentang Hidup.

Aku semakin Dekat…dan semua masalah Hidup mampu aku hadapi dengan kuat kuasa Tuhan.

Setelah kini aku beranjak Dewasa..dan setiap pegumulan-pergumulan Hidup yang ku hadapi tak pernah ada kebencian lagi terhadap Ayahku.

Ku mampu untuk melupakan semua hari-hari ku yang suram ketika itu.

Dan itu tak lagi ku simpan dalam hati ku,

Hanya teringgal di Diary ku yang kusam ini…

Aku simpan sampai sekarang,dan ini jadi rahasia terbesar yang takkan ada dalam dunia ku yang baru saat ini.

Aku hanya ingin agar kejadian ini tidak pernah ada lagi dalam Dunia ini.

Cukup aku lah yang mengawali dan yang mengakhiri.

Dan kisah ini akan terus hidup dalam perjuangan ku untuk menemukan kebahagiaan yang kekal itu.

Aku kuat menahan semua kesakitan,dan kuat menerima semua ujian bila itu bisa mempertemukanku pada Figur Bapa yang Baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Engkau……..???

Si Penjaga !