Si Penjaga !
24 Desember 2009
21.35 wib
Sebuah tradisi indah dalam menyambut malam natal,,aku akan datang ke Gereja dan malam itu kurasa kan suka dengan kekasihku yang lama menghilang,ada banyak masalah ketika itu kami lalui.Namun tak memurungkan kata-kata ku untuk memaafkan nya lagi,begitu cintanya padamu hati ini.
Selama ini ada banyak sekali liku-liku hidup yang aku jalani,tidak berbeda dengan natal tahun lalu,semua teramat perih!
Namun tatap kedalaman hati Si Penjaga, tidak ada hentinya menjaga ku hingga akhir ini.
Bila ada banyak air mata selama ini yang aku rasa.tidak jadi halangan aku untuk datang dan memuji dengan nyayian dan doa bagi sang Juruselamat yang telah lahir ke Dunia ini.
Malam natal ini aku benar-benar tak menyangka.Mendung tetes-tetes air mata yang terjatuh ketika aku berdoa,dan ku rasakan ada belaian tangan Si Penjaga memelukku.
Nafas yang tak teratur,bercampur ketahanan untuk tak terus memecahkan kaca ini.
Makna natal tak ada yang meracik manis untuk diri ku.Merasa tak ingin lagi bahagia,yang sungguh seharusnya tertata baik ketika melihat kekasih yang terkaku.
Namun,aku bertahan ketika percikan air mata berusaha mengundang suasana hati ini.
Apapun yang saat ini aku rasakan..
Tak jadi hambatan untuk aku merasa kan hikmat,dan tetap mengucapkan syukur atas Anugerah Si Penjaga.
Malam ini aku bersungut-sungut,aku tak tahu sebab yang
membuat aku seperti ini.
Namun aku tak ingin kan apapun dari kejadian tadi,kekasih yang begitu tidak kupahami.
Ku ingin sekali untuk tidak berlari.Namun aku kecewa terhadap nya
Sungguh tak pantas ku terima cara nya.
Memang aku tak paham,sedalam apa rasa mu terhadap hubungan ini.
Namun aku tak bisa bila harus wajah ku yang terlihat bodoh untuk
Pertahanan hubungan ini.
Aku tak ingin menciptakan keretakan.
Namun hati ku mengapa retak ketika dirimu meninggalkan sosok ku sendiri di kegelapan Malam ini.Apa salah terbesar yang hingga menciptakan peperangan sepele ini.
Memilih pergi,aku tak kuat bila malam ini bergerak pelan.
Memang aku tidak menyukai kata-kata yang menyinggung perasaan ku,aku perempuan Melankolis,keras dan mudah kecewa.
Ibadah Natal ini berakhir, Namun tak pernah kusangka ini menjadi akhir untuk pertemuan ku dengan kekasih baru ku!
Aku tak ingin ada perang,aku tak suka adanya kebohongan!!
Namun dia menyugukan itu semua jadi kado natal untukku.
Perih nya yang aku rasakan,sakitnya luka yang teramat dalam.
Banyak kata yang berbuah kecewa,Namun aku sebarkan rasa kecewa itu pada Si Penjaga,yang maha baik.
Aku menyesal telah membebankan nya pada masalah ku ini,mengapa aku tidak bisa menahan emosi ku!!!
Mengapa aku harus tinggalkan sisa air mata untuk nya,yang benar-benar telah menyakiti rasa ku.
Mengapa ada beban yang tak hilang saat aku dikecewakan olehnya.
Sedikit masalah saja membuat ku tidak tegar menghadapinya.
Apa ini pertanda aku lemah dalam hal bercinta!
Aku tak merasa aku butu siapa-siapa,namun aku hanya butuh
Kesunyian ini cepat terganti.
Aku memang tak merasa nyaman saat dikeramaian tanpa dirinya.
Mengapa semua hanya bertema dirinya!!!
Namun malam ini sungguh tak lagi aroma nya tercium di sampingku.
Aku tak punya siapa-siapa lagi.
Kurasakan aku bagaikan manusia sebatang kara dan para penghuni lain sedang
Berpesta disana.
Aku tidak merasakan kedamaian Natal,sukacita Natal!!!
Aku benar-benar tak tentram…bahkan sang Juruslamat Dunia yang baru lahir saja tak ada Nampak kulihat.
Aku benar tak ada sukacita.
Benarkah Malam Natal ini akan berakhir begitu saja.
Atau alam ku sudah jauh dari kedamaian itu?
kuingin kembali namun tak ada jalan ku temui!
Aku mau mecari-cari keselamatan,namun tak satu pilihan pun!
Oh..Tuhan aku tak ingin lagi merepotkan Mu..
Aku manusia berdosa yang sering menyusahkan Mu!
Semula tak kusangka jalan hidupku seperti ini,sebab awal nya ku langkahkan kaki ku kearahMu,namun aku tesesat,,,oleh karena terlalu lama aku berpaling menatap wajahnya yang menyakitiku.
Biar lah hari-hari ku menyesali perbuatan bodoh ku ini.Aku tak ingin
Si Penjaga menangis melihat perubahan ku ini.
Aku tidak ingin masalahku jadi Duka Si Penjaga.
Aku akan kembali dengan hari yang terganti,tak jadi ingin mati.
Akan ku cari sendiri Tuhan dengan sekuat air mata ku……
Sejauh apa pun aku tersesat,aku hanya ingin mencari WajahMu,dalam kepenatan hatiku!!!
Aku tidak lagi mencari dirinya!!!
Aku tidak lagi mencari sepatuku yang hilang!!
Aku tidak lagi berpaling dari Wajah “Si Penjaga”
Biarlah aku mencari dalam kesesakan Hatiku,ku pastikan aku akan pulih.
Komentar
Posting Komentar