Maaf Surat nya ku buang !
Tak pernah memang sebelumnya aku bersuka,ketika ada sepucuk
Pada dasarnya aku lah si penulis handal,yang mampu merangkai
Namun kau tetap keras hati menempatkan dirimu lebih cerdas dariku.
Ya,,kuakui kau memang seorang yang begitu bisa mencuri hati wanita-wanita di luar
Semua puisi dari mu terlalu jelek dan tidak manis untuk ku harus takluk pada kata-kata cintamu.
Semula ku mengira kau adalah laki-laki yang pandai bernyanyi atau bahkan menulis sebuah lagu untukku…!
Tapi tidak kamu hanya seorang,yang begitu polos dan bahkan begitu dasar dalam mengenal cinta.
Aku tidak bisa kau tipu dengan jurus jitu mu itu!!!
Apakah hubungan diantara kita,bagaimana hubungan itu berkembang?
Apakah kita benar-benar saling mencinta?
Kini aku akan coba memulihkan ingatan ku.
Untuk bisa mengingat
Awalnya tak pernah ku sangka lewat pesta yang begitu meriah,natal yang berkesan indah disaat aku duduk di bangku SMA.
ku tatap warnamu dari kejauhan panggung berkisar tujuh meter,sungguh nampak merdu terdengar suara mu itu menghapus semua keresahan ku ketika itu,dan itu mampu untuk tetap meninggalkan kesan yang begitu mendalam,bahwa aku tak pernah lupa akan kata-kata syair di dalam lagu yang begitu teramat baru terdengar,ah..pantas saja itu karangan mu rupanya.aku jadi terdorong untuk tak menyiakan hari itu unutk tak menyempatkan diri berkenalan dengan mu.
Sungguh aku tetap ingat dan hampir hafal,namun itu ingatan baikku yang masih kuingat .
Semua itu hanya kata awal yang begitu indah,kuucapkan bahwa kau memang layak masuk dalam daftar cintaku.
Tapi tidak lama aku terhilang oleh kepalsuaan,bahwa ketika itu kau bersama dengan seorang perempuan manis.aku tak jadi bergerak hebat untuk mendekati wajahmu.
Namun aku sempat dengar tentang mu,dari teman sepermainan mu juga.kuakui pada nya,aku ingin sekali untuk berkenalan pada mu,namun tak usah lah sebab aku takut nanti kekasih nya marah padanya…ucap ku!
Terkejut luar biasa,ketika
Mungkin memang sudah waktu nya, sempat
Oke..masa muda ini,harus kulalui dengan hidup yang senang..”pikirku”.aku begitu senang mengenal mu.
Ketika itu banyak kau kirim puisi-puisi cinta memenuhi inbox handphone ku.
Romantis sekali pikirku…teramat senang melayang-layang hati ini.
Dan ada satu masa mengisi penuh hariku.dan aku begitu tak kuasa.hingga seperti berada pada langit ketujuh,masa dimana ciuman pertama itu kuserahkan terhadap mu.Namun setelah rasa ini terkumpulkan,hingga aku telihat benar-benar yakin atas cintamu itu.lalu kau coba dengan cara berikutnya kau nyanyikan sebuah lagu,yang begitu indah
“Kupersembahkan teruntuk mu sayang ku…”dan kini aku begitu terpesona.
Dan nyata nya benar,ketika semua puisi-puisi mu itu ku tulis dalam diary ku,dan semua kusimpan sembunyi dalam file ku.semua hadiah pemberian mu itu terlihat begitu memperindah wajah ku hingga tak perlu lagi meriasnya.
Yang begitu tulus kau ciptakan padaku dan kau hadiahkan untukku.aku ingin sekali menghadiahkan juga untuk kekasihku itu,lewat hari valentine malam ini.
Memang lucu juga.Selama perjalanan yang ku ingat ini,memang tak pernah sedikit pun,dirimu mengingatkan pada ku tentang mantan kekasih mu itu.
Hubungan kita memang begitu baik,namun semua harus diakhiri pada kekecewaan ku terhadap caramu itu.singkat nya
“Lewat sebuah majalah remaja bertemakan hari valentine,
Ketika itu kulihat ada kata yang begitu persis seperti puisi-puisi darimu,yang kau hadiah
dan di situ tertulis namamu,dan di bawah namamu tertuliskan (to.Juliana sayangku)”.
Rasa ku beku…hati berlari-lari…ingin mengakhiri semua kisah ini.
Kau telah mudah mencari penggantiku,meski patah hati ini.
Aku tak ingin lagi dengar penjelasan dari mu.
Ternyata aku tertipu oleh kepiawaian mu sang pemilik puisi murahan.
Buang kisah ini…ketika lembaran ini sampai terbacakan oleh mu!
Komentar
Posting Komentar