Apa yang salah?


Karena kamu terkadang tetapi sering bersikap terbuka pada ku dan memanjakan Bahasa dengan keras terhadapku,tapi lembut,dan kelembutan itu mengundang untuk tidak Membenci caramu.Dan betapa besar kerugian yang ku derita karena cinta dari pada Benci.Tapi kamu telah menjadi seorang yang begitu teristimewa,dan tak sulit untuk Mendua,meski memang tak sudi langkah itu untuk ku perbandingkan.karena buah cinta
Hanya satu ku tujukan untuk dirimu.
Aku selalu heran mengapa setiap laki-laki begitu teramat takut ketika di perhadapkan pada sebuah penolakan.
Apakah penolakan itu menunjukan wajah nya yang sebenarnya?
Pucat dalam dirinya,tak ada kehidupan mengalir dalam tiap tetesan darahnya,dan tak ada sekian banyak warna yang terpilih untuk menemaninya.
Lalu di bukanya laci meja,dan terlihat oleh wajahnya,kedalaman hati seorang perempuan yang masih tersimpan dalam laci tersebut.
Menangis kembali menghancurkan sebuah nama!
Namun tetap tak kuasa laki-laki itu untuk menghilangkan secara sadar waktu yang hanya tinggal kenangan itu.
Karena sifat itu bukan diriku,kucintai dirinya sebagai mana ku cintai diriku sendiri.Meski tak ada kesempatan untuk memasuki laci tempat pribadinya.
Namun usahaku untuk mengenalnya,tak terpatahkan walau rintangan terus saja
Menolak untuk berhubungan dengan laki-laki tersebut.
Secara sadar maupun secara tak sadar,ku sadari aku tengah mencari laki-laki itu.
Telah bertahun aku menunggu?
Sedikit kau beri harapan lalu sebentar lagi kau ganti dengan kekerasan.
Terus-terus masalah itu merusak waktu ku.
Tetapi suatu perasaan yang berada di tengah-tengah antara cinta dan tidak cinta.
Kecerdasan saja tak mengerti apa langkah selanjut nya yang akan terjadi.
Lalu apa rencana selanjutnya ketika memang tak ada kesempatan lagi waktu untuk
Mengurung namaku dan membuang nama tersebut dari lacimu?
Aku benar-benar tak mengerti…cintakah kau sesungguhnya terhadapku!
Berapa lama lagi,ku pahami cara keras mu untuk menguji cintaku.
Kalau ini tahap sebuah ujian,aku pasti pemenang!
Namun aku tak bisa menjadi biasa,ketika sebuah nama lain merasuki kedalaman lacimu.
Boleh kah aku cemburu?
Laki-laki itu hanya tertunduk dan tak mengudang kata-kata terucap…!
Egoiskah…bila aku juga butuh dimengerti?
Terlalu pantas kah besar cinta yang di simpan nya untuk sebuah nama perempuan yang telah menolak cintanya.
Atau aku yang salah telah mengganggu waktu nya ketika seharusnya dia pantas
Tidur dalam kesendirian dan bangun di temani penolakan.
Aku hanya ingin mengobati lukanya,dan menemani tidurnya.
Dan aku tak ada banyak waktu untuk menunggu dia datang.

Karena semua yang kurasakan ini,tak bertahan lama jika tekanan kedalaman ini
Merusak kesehatan ku.
Pengakuan mu terhadap ku,mengundang perbaikan kesehatan.
Rasa prihatin terhadap diriku tidak terbatas.karena ku sanggup untuk menyembuhkan diriku sendiri.
Hal itu tak berarti bahwa aku congkak atau aku berhubungan dengan orang lain dengan tinggi hati.
Malah sebaliknya aku rendah hati dan penuh rasa ibah terhadap orang lain,dan aku merasa prihatin terhadap semua orang,dan terhadap diriku sendiri.
Sesekali ku biarkan kau untuk mengusap kepala ku atau wajahku,
Seolah ingin sekali engkau menghentikan bicaraku,dan mengecup bibirku.
Tak perlu sebuah gerakan dasar,bila aku mau aku akan melakukan nya.
Namun kali ini aku tak ingin merusak hati ku oleh keraguan cintamu.
Mengapa aku tak mendapat kan hak istimewa dari laki-laki ini?
Konflik yang kuhadapi itu-itu juga
”laki-laki ini hanya menunduk dan tak mengundang kata-kata”.
Dan suaraku benar-benar terdengar wajar.
Aku tak dapat berbuat lebih baik lagi dari pada itu,
Aku tak melihat wajahnya karena kepala ku mulai ku tundukan.
Telah ku lakukan semampuku untuk mengenalkan kekuatan cintaku.
Ketika hari itu tak ada beda,ku langkah kan kaki ku untuk segera meninggalkan kedalaman hatinya,sesekali sakit.
Aku gemetar takut dan seolah penolakannya menonjolkan kebecian yang mendalam terhadap caranya.
Aku begitu dingin dan sangat merasa malu.
Waktu ku di buat nya terbuang sia-sia,dan hanya aku yang menerima penghargaan itu dari seorang laki-laki yang melakukan penolakan terhadap ku.
Kupahami cara ku yang tak berbuah cinta sejati,kuselidiki kedalaman hati ku yang memang tak ingin menunggu berjuta waktu terbuang sia-sia dan hanya mempedulikan dirinya dalam kaca hati.
Jika segera mungkin kamu menyesali semua ini,mungkin air mata ku tak sempat terjatuh dan beku.
Apa yang salah?
Apa yang salah?
Apa yang salah?


Dan semua kurasakan seakan-akan pakaian ku melorot turun,dan tak ada yang indah yang kukenakan untuk menutupi rasa malu ku terhadap mu.
Karena kamu tak memberikan pakaian terindah untuk menempati lacimu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Engkau……..???

Si Penjaga !