“Rahasia ke Tujuh”

Jika kamu mengasihi aku,kamu tidak akan melakukan kebohongan ini..iyakan!!!
Tak usah kamu khawatirkan kata-kata ini,aku yakin semua hanya tindakan untuk menemui dan menyampaikan langsung suatu perubahan.Rasa ku rasamu sama.
Aku tahu,kamu sesungguhnya ingin berteriak...teriak lah sayang,sebab aku juga menangis Menjerit sakit.Aku sadari banyak yang tidak layak di diriku untuk kesenangan bola Matamu.
Namun inilah aku…
Perempuan yang sadar diri sebelum tersenyum kepadamu.
Aku malu melihat Duniaku,


Namun kamu hadir menyambut nya,kamu kenali peranku dengan baik.


Sekarang aku menyadari Tuhan begitu peduli,terhadap aku dan kamu.

Rasaku sampai perubahan ini nyata sekalipun aku tetap tak berubah.

Sebab aku telah berani melawan Godaaan tentang ketakutan yang tercipta indah.
Kamu yang pertama menyentuhnya,hingga akhir usiaku,aku takkan lupa.
Bilakah kamu sadari,aku butuh mata hati yang cinta,bukan nafsu dunia yang mematikan Gejolak cinta.
Bisakah kamu berubah.Sebab aku pemuja cinta sedang mati arah.
Aku minta tolong…kenali aku cinta sempurna.
Tapi,kini hari telah berganti…
Aku tak mungkin lagi kembalikan sisa hari ku untuk mengulang
Perjalanan yang panjang ini.
Semua akan terukir indah di hati ku.Memang tak mudah melupakan luka ini…
Butuh perpanjangan waktu melembutkan tekanan sakit ini.
Bila tak ingin dirimu kehilangan cinta sejati mu,
Urungkan niat mu,sebab hanya aku yang mampu mengerti mu.
Buanglah jauh kejahatan mu…tinggalkan kebohongan terbesar yang menumpuk itu.






@Rahasia ke Tujuh
Suka atau tidak saat ini aku telah berada pada kondisi yang aku inginkan.
Mungkin aku tidak bahagia,tetapi…
Kenyataan nya tetap :
“aku lebih suka pada situsi ketujuh dari pada berkorban menemui perubahan.”
Mengapa kubiarkan perubahan,merampas cintaku?
Salahkah aku membiarkan,tumpahan air mata menemani tiap detik perubahan ini?
Sanggupkah aku mengatakan…
“bahwa aku tidak akan menjalani kehidupan yang sedang-sedang saja.Aku berbeda
Aku seorang yang luar biasa,dengan masa depan yang luar biasa.Kehidupan yang membosankan bukanlah untukku!”
Sebab kini kusadari,semua telah terganti,meski sesekali sakit itu menancap perih.
Apa daya perempuan ini : kamu memilih pergi.
Aku kuat…aku kuat…aku kuat…aku kuat…aku kuat…aku kuat…aku kuat.
Untuk menyambut perubahan ini.
Tak usah makhluk asing untuk ketahuinya…
Apakah..kamu rasakan yang terindah rahasia ke tujuh?
Maukah …kamu sadari bahwa cintamu Rahasia ketujuh?

Langkahkan lah kaki mu kedepan.Tak usah berpaling lagi.
Lepaskanlah kesesakan di dadamu.Tersenyumlah padaku,sebab engkau rahasiaku.
Bangunlah sebab embun pagi telah menyemangati,tetesnya telah menusuk hati.
Lawanlah cepat bergegas pergi…
Sebab tak baik lama-lama bermimpi.
Hadapilah perubahan ini pujaan hati.
Mimpikanlah aku dimasa nanti.
Aku akan kembali,dengan menggenggam seribu mimpi, dan akan kuceritakan pada mu Nanti ; sandaran hati.
Semoga engkau mengerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Engkau……..???

Si Penjaga !