Belahan cinta yang hilang
“Tapi aku tidak hidup di dunia yang di tempati orang-orang seperti mu, Mama.
Aku seperti seorang yang buta,tidak mendengar bahkan melihat,maupun hidup dalam dunia ini.”
Kau dengan gembira menerima dirimu seperti apa adanya,memahami perangaimu sendiri dengan baik sehingga kau dapat memberi komentar terhadap ku tanpa ada pertimbangan pikiran ku untuk membuang nya tiap detik yang ingin berlalu.
Mama sadar benar kecil ku yang nakal,hingga tak ada lelah,harus extra ketat mengosongkan waktu mu untuk menjaga aku.
Semua kini telah terganti,aku menempuh kehidupan yang pernah mama ajarkan.
Betapa tak ada waktu untuk aku berhias diri,bahkan kecil ku yang dulu hampir kurasakan bahagia,harus resah saat ini.Begitu banyak hal yang mengingatkan ku pada perjalananmu.
Kepada siapa kini aku harus mengadu, kesusahan seperti yang kualami ini,hanya seorang mama ku lah yang tahu.
Aku menangis di kegelapan hati ini.
Aku butuh waktu untuk menerima kesendirian ini..mama!
Kemana semua wajah kecil yang sering sekali meresahkan wajah mama?
Seorang bayi yang Bunda besarkan dengan penuh cinta kasih.kini tak semanja yang dulu lagi.
Keutuhan isi rumah bahagia itu,tak seperti yang dulu.
Saat ini telah begitu rapuh,tak ada perawatan yang istimewa dari seorang tangan lentik Mu mama.
Ku usap dengan jemari ku,sebuah bingkai foto usang,di selimuti debu-debu yang tertidur.Tak mampu kutahan pecahan air mata ini….hari-hari sepi ini terus ku lalui.
Begitu tak kuat nya untuk berlari menangkap mu…melawan sang waktu.
Agar tak lagi aku seperti hidup dalam mimpi.terhilang aroma wangimu…
Aku tak sanggup bila terus memahami waktu perubahan dalam perjalanan ini,sekilas tegar namun aku begitu tak kuasa atas duka.
Kurasakan tangan kasih yang di usapkan tangan kekasihku,disaat aku tertidur disofa kesayanganmu,namun tak ada kelegaan yang kurasakan,usapan mama lah yang sungguh kurindukan,tak lain aku seperti lukisan yang tak berharga,tanpa mu.
Kini aku telah mengenal arti kehidupan baru dengan kekasihku,namun tak sempat dirimu mengenalnya,dia pemimpin yang begitu bijaksana.Aku begitu mencintainya,namun aku tak begitu membuat nya bahagia,habis waktu ku di temani kedalaman cinta yang telah pergi.Sesekali aku sadar,kecupan kekasihku,sanggup membuat ku kembali mengerti.
Ada yang mengganti hadirmu di hatiku.
Tak pantas aku terus begini,perempuan ini telah menelantarkannya,bahwa dia membutuhkan belaian ku,ini awal kehidupan baru ku,bahwa kekasihku
Ada lah warna baru yang mama ciptakan untuk tidak lagi aku merasa sendiri.kini kau memberikan belain cinta yang telah lama hilang…sayang.
Komentar
Posting Komentar