“ TAK BERANI MELANGKAH ”

30 Januari 2008 ,di sebuah lapangan sepak bola.

Lama tak terdengar kata manis yang hampir sering sama ku dendang kan ,semula akar dari kejahatan yang pernah ku lagukan bisa mendapat pujian yang baik dari seorang yang berhati baik.

Namun kebodohan terjadi sesering mungkin,ketika ku kembali pulih dari rasa sakit,

sesering itu kegagalan menyeimbangi kebangkitanku.

kemudian rasa sakit menang kan pergumulan ku.

cinta memang mudah datang dalam hidupku,namun begitu mudah menghilang dan tak kembali!

Sesering ku terjatuh di kesalahan yang sama,tanpa pikir panjang lagi,aku ingin lari dari Kenyataan,yach…berlari dan berlari.

Bahwa aku bukan lagi aku ; cinta bukan lagi hal terindah dlm dunia hayalku.

sebab nyatanya cinta sering permainkan peranku.,sesaat aku mencoba tak masuk dalam keindahan cinta,karena kepedihan akan masa lalu terus menancap di hati,

kebodohan sering datang bertubi-tubi tuk menyalahi.

Akan kah dapat kutemui kesembuhan???

Bila harus begini yang kurasakan.

Hingga kuat aku menahan seribu cobaan yang sama,lalu pada siapa lagi nanti aku harus Mengubah kan rasa takut yang saat ini muncul teramat besar.

Egois terkadang ku tujukan pada Tuhan..!

Siapa aku hingga terlalu rumit peranku???

Aku ingin agar ku bisa sejatinya temukan cinta,bukan hanya mimpi yang sebentar datang dan lenyap.

Ku mencoba tuk mencinta dalam kamus Alkitab…

lewat ”kesetiaan”,kisah hidup seorang perempuan sejati bernama Ruth.

Namun terjatuh dan terjatuh di kesalahan yang sama,ditinggal pergi dalam posisi sedang berdoa.

Oh…Tuhan apa yang membuat Mu untuk terus terlihat diriku menjadi santapan Rohani di hadapanMu,

Setidaknya ijin kan aku berbuah kan rasa tenang sedikit saja,atau terhilang dari kepenatan Akan kegagalan yang berbuah kesakitan hanya untukku seorang yang merasakan itu.

Begitu lembut perananku kau buat,namun mengapa mereka begitu tega mencaci cintaku,di saat aku berdoa.

kembali lah Tuhan.coba buat hati ku tuk Tabah hadapi ini.

Wajahku kali ini begitu lelah tak ingin lagi mempercantiknya,merapikannya,bahkan pakaianku terlihat tak manis lagi kukenakan di tubuh.

Apakah ini pertanda aku begitu rapuh,begitu sakit bila dihianati oleh cinta,begitu lembut hati ini mudah dipermainkan oleh kata-kata.

Apabila benar aku harus mengalami kenyataan yang salah,setidaknya boleh kah aku tuk tidak mudah kalah pada kenyataan hidup sekarang ini.

Pada mulanya,memang aku takut tuk mengenal banyak kesamaan dan keindahan.

Sebab itu semua hanya menyampaikan aku pada kelelapan,

Hingga alam bawah sadarku tak menyadari bahwa lagi-lagi itu terulang dan saat ini begitu perih mengiris hati.sungguh aku serasa tak berarti di cermin,pandangan ku pun teramat layu,ingin ku tinggalkan semua.

Bila memang ini yang jadi perubahan kedewasaan…

Yang jelas aku begitu sulit menerima tanggapan bahwa pantasnya cintaku begini saja,

Sebab yang ku ingin dari perkenalanku tentang cinta,hanya ingin sejatinya indah dan tak mudah berubah.

Bilapun harus ada buruk.tapi sejatinya berdua tegar tuk hadapinya.

Yach…kuingin sebuah cinta yang tak mudah goyah akan masalah yang menekannya,,!

Aku sempat lupa,benar memang awal cinta ku hanya pada seorang yang sejatinya dia malu tuk mengenal pribadi ku yang begitu sederhana dan hanya kesederhanaan ini yang sering kubawa-bawa,namun memang itulah harta termahal yang kupunyai.mungikin dia berfikir tidak menarik berlam-lama mengenal ku.

Semangatku untuk pertemanan denganya,membuat ku berhayal tuk ingin miliki dirinya,sering sekali Tuhan mempertemuka kami pada kenyataan yang sama,bahwa kami butuh cinta.namun hal itu tak ingin terungkap,sebab hanya waktu yang mampu berbuat banyak,begitu sederhana hati ini ingin bercinta,namun begitu sederhana pula waktu tuk ucapkan selamat tinggal.ketika itu Dia mengucapkan Cinta padaku,lalu sekejap cinta itu Hilang,layak nya aku belum sempat tuk berucap apa-apa.

Aku hanya berharap suatu saat nanti….

Bolehkan kata ini terucap” bahwa pada akhirnya memang kita harus bersama.

Agar sang waktu tak bersedih,

Yang telah keras berupaya mempertemukan kita”.

Jangan benarkan bahwa cinta tak harus memiliki,

Namun bila harus begitu sampaikan lah bahwa cinta ini tak pantas ku miliki,sebab aku perempuan yang begitu sederhana.sebab begitu namanya melebar di penjuru dunia tak Sedikit pun rasa cinta kan abadi bersama nya.dia memang musisi sejati,aku mengagumi Suaranya.namun bila nanti dia letih tuk berirama ijinkan sang waktu untuk mempertemukan dirinya dengan ku,

Yang di anggapnya begitu sederhana!

Mungkin saja ada kesempatan tuk bisa mengenalnya meski dalam akhir penantian yang begitu lama.

Tapi mimpi ini jadi sebuah doa yang terkesan indah….

Sebab bukan aku yang menguasai sang waktu,dan bukan aku juga yang meneruskan Mimpi-mimpi ku jadi kenyataan kelak.

Semula mencari cinta memang kuanggap mudah,namun kini aku terjun merasakannya dan bahkan hampir kalah dalam setiap peranan yang ku mainkan.

Apapun keadaannya saat ini.kuakui bahwa aku benar tak berani tuk melangkah lagi,tuk mencari cinta,sebab yang kurasa begitu banyak menusuk pedih.benar bila saat ini aku begitu tak ingin merasakan kesetiaan seperti yang dulu ku impikan.

Namun ini tak ingin ku abadikan.

Bila nanti kelak ada yang benar-benar mampu menyembuhkan luka ku ini.

Bila saja aku akan bisa kembali ceria seperti awal sang pencipta berupaya menyembukan aku dari kegelapan dosa,yach..aku menantikan itu akan jadi kenyataan bukan ucapan ku saja,kuyakin,Tuhan memberi kesempatan pada ku agar rasa sakit ini bisa terobati dan ada kesempatan tuk aku tidak terjatuh di kesalahan yang sama lagi,

Tantang aku tuk berani melangkah lagi.

Pernah menyadari sering sekali ada banyak kabar yang tidak mengenakan yang sering kudengar,namun itu jadi kuanggap sebagai kekuatan yang bisa menahan diri untuk tidak lagi kalut setiap masalah itu kembali datang.

Memang benar aku teralalu ingin cepat dalam mengambil satu jawaban yang bisa menenangkan hati.itu terkadang kupersepsikan sendiri dalam keadaan ku yang terjepit.

Ingin kuambil jalan keluar nya dengan tidak memikirkan akan apa yang akan kutemui selanjutnya.asalkan aku bisa terhindar dari kepenatan ini.sesekali aku sering menyesal atas tindak konyol ku ini,ingin terhindar justru jadi terjepit kembali dengan persoalan yang baru.aku ingin mengucap selamat tinggal dengan yang ada di belakangku,namun itu tak kunjung aku berani langkahi,aku terjebak dalam dunia melankolis yang begitu merusak saraf-saraf air mataku.tak ingin membentuk kekerasan justru aku larut pada kesedihan.

Oh Tuhan mengapa tak kau buat kan pada ku satu kesatuan yang tak mudah patah hati.Dalam hal bercinta,mengapa begitu berani aku mengambil satu keputusan namun tak berani untuk menerima semua resiko atas apa yg telah kulakukan ini.

Apapun yang bisa membuat ku tenang berfikir akan kulakukan .asal kan jangan hantui aku pada sosok yang telah melukai rasa ku,

Memang benar aku cinta dia,

Masa lalu itu,

Hampir mematikan gairah ku untuk melangkah.

Jangan kan saat ini aku tidak lagi dapat berfikir bahwa akan datang cinta baru dihati.

Sebab ingin kututup dan ku buang semua masa lalu ku ini.

Namun itu lah satu alasan ku benar-benar alami satu perubahan agar tak lagi ada kecewa yang menusuk pedih.

Sampai kapan aku tak tahu,yang jelas saat ini aku ingin ada kesembuhan.

Mungkin juga aku ingin ucapkan bahwa banyak laki-laki yang menanti ku disana.

tapi jujur aku tak bisa,sebab dia memberikan kesan tidak baik dan jadi sebuah kesakitan untuk aku mencoba melangkah.

Mengapa mereka semua kisah ini mudah pergi tanpa ada pertengkaran yang dilalui!

Mengapa rasa cinta mudah sekali hilang dalam diri ,sejatinya masih saling mencintai…?

Bila memang terdapat salah dalam diri ku,mengapa tak satu kata saja ucap dari bibir nya,,!!!

Kebisuan yang kerap jadi hantu yang tak hilang ,kebisuan yang jadikan aku teramat bodoh,dan terus ingin berontak,,,berontak?namun ku berulang kali bilang jangan jadikan aku manusia yang begitu kaku,seolah tak mengerti mau?

Sebab lewat bahasa aku bisa jadi inspirasi untukmu.tapi bila kau hanya membisu,,bagaimana cara agar aku mengerti diri mu!

Mungkin belum saaat nya aku untuk bisa jadi inspirasi dalam setiap yang kucintai bermasalah ,

Karena sejauh yang kutau mereka begitu malu untuk bilang

“tenang berada didekatku.”

Omong kosong,,,semua tidak benar apa yang mereka katakan…..yach, aku pun tak ingin memaksakan mereka.begitupun aku yang tak ingin kan kisah ku mereka tahu,walau sedikit pun,sebab semua cerita hidupku telah ku memori dalam “DINDING PRIBADIKU”

Mungkin itu satu alasan sejauh ini banyak cinta yang datang dan pergi dalam kisah-kisah cinta perempuan Melankolis yang tidak mudah jujur terbuka dengan mereka,

disaat kondisi kami baik-baik saja.

Buat apa itu jadi keributan untuk diri ku sendiri,

sebab mereka saja tak pernah jujur pada ucapan yang pernah mereka ucapkan di telingaku,bahwa mereka bisa mengerti posisi itu???

Namun nyatanya tidak.

Kuanggap semua baik,namun nyatanya,bila aku sendiri dalam sunyi aku sering di hantui rasa bersalah yang benar-benar menyakitkan.

tak pantas aku menerima masalah seperti ini namun nyatanya aku harus hadapi dalam kondisi hati yang berubah-ubah.

Kadang benci dan terkadang lagi sedih.

Tapi mengapa sampai saat ini aku masih belum bisa melangkah Pasti!agar aku melupakan yang benar tak kuharap kan ini,

Bila kah aku harus bisa lalui namun kenapa hal yang sama masih saja sering kutemui,,sungguh begitu pedih sekali!

Terus-terus menusuk hati.ingin biarkan berlari jauh tak kembali,namun tetap saja tak bisa hilang dari kenyataan yang terjadi,benar sekali lagi ku ucap bahwa masih benar ada cinta dan benci di hati.aku tak ingin berdusta pada hati kecil ini.

Bilapun aku merasa pulih nanti,pasti tak ingin hilangkan sejatinya masih ada cinta untuk sang pembisu sejati yang melangkah pergi.

Saat ini aku tak ingin lagi ,mendengar bahasa hati ku.

karena semua hampir membodohi ku.

seakan kini harga diri begitu rendah dan tak ada kesempatan terindah terbuka.

Apabila memang semula bisa aku hentikan pastinya takkan kusentuh hati nurani ini,

namun dia menghantui ku dan terus telusuri hatiku yang terdalam.

Apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan semuanya ini!!

Oh…Tuhan yang maha mengerti dan peduli,aku hilang kendali,tak ada ketegaran yang aku rasakan.

Sempurna sudah aku ingin mati.

Buat apa lagi bertahan dalam sengsara yang tiada henti.berulang-ulang aku terjatuh dalam jerami.

sulit aku memahami kisah cinta ini,terhenti aku malu dan dungu.

Ijinkan aku menangis Tuhan…?

Sebab hanya lewat itu aku dapat merasakan hadirat Mu Tuhan.

aku tak ingin apa-apa, hanya ketenagan

ini yang ingin kurasakan!apabila semua harus di akhiri..

Ajari aku bagaimana cara untuk mengakhirinya???

Bila sudah tak ada bahagia yang ingin Engkau sampaikan pada ku,biarkanlah aku temui kematianku.

Semua sis-sia tanpa perhatian Mu,semua tak berarti tanpa ada kekasihku.

Selamanya akan kuhentikan perjalananku,agar semua nya ini tak jadi penyesalan akhir bagiku.

Aku Jenuh,dan dalam persinggahan ini ingin aku bertemu pada sang Mesias.

Namun kemana aku mencarinya???

Aku berusaha untuk tidak putus asa,tapi apakah masih ada pintu terbuka…

Aku tak sanggup lagi kalau harus sendiri lagi tanpa sang Kuasa menenangkan Hidupku.

Aku mau ada peghiburan agar tak merasa sendiri lagi hatiku.

Sekian lama aku berusaha…

dan aku yakin akan memenangkan nya.

Aku akan memberanikan diri untuk melangkah,selama Yesus masih mau menjadi sumber pengharapanku.



25 Oktober 2008

Minggu Pagi 8.07pm

Mengerahakan semua tenaga agar tak kembali lagi hal-hal yang pernah dulu terjadi,

Yang hasil usaha yang dahulu ku lakukan tak satu juahpun dapat kumengerti,awal nya kubangga pada penantian yang cukup lama menghabiskan waktu ku,namun kini aku begitu teramat lelah,,

Hampir-hampir hilang semua harapan bahwa semua tidak akan mungkin nyata!

Yach,,,amat lelah rasanya,namun tak ingin kuakhiri rasa cinta ku padanya !

Dilema terjadi kembali,padahal aku tak pernah mencoba tuk menyakiti siapapun,namun mengapa terus menerus derita yang tak pantas kudapat kan ini terjadi???

Boleh dikatakan aku tak ingin lagi berpaling ke lain hati,namun kini itu terus kulakukan dan kuperankan…aku bukan ingin kan laki-laki tujuh puluh tujuh juta menghampiri, namun tujuh kata yang nampaknya ingin ku ucapkan ,,,

“BAHAGIA bukanlah berupa benda yang dapat terjual murah”

Apa mungkin aku bisa bertahan disaat dunia menjatuhkan hukum kebencian terhadap arah pandang yang jelas tak sehati dan sepikir dengan alasan ku,apa mungkin dunia akan menghampiri lalu menghancurkan mutiara kecil ini..?

Entah apa yang akan terjadi bila nanti akan ada banyak orang sakit hati yang disebabkan oleh ucapanku.

Laki-laki itu,,mereka tidak mengerti sebening apa mata ku ketika melihat dia menatap!

mereka tidak tahu seindah apa wajah ku ketika dekat padanya,

mereka tidak tahu begitu tenang nya,dunia yang ku tapaki ketika berjalan

dengannya………mengapa Tanya ini terjadi kembali!!!!!

Namun kini,aku tedampar pada satu sosok yang benar-benar tak ada konteks cinta melainkan hanya ingin mencoba

Yach..aku butuh “obat agar terhilang dari rasa sakit”

Tuhan benarkah aku salah telah mencoba tak setia dengan laki-laki ini,benarkah aku harus menghilangkan rasa sesak ku dan menjual kesetiaan ku pada laki-laki yang tidak setampan Wajah Tuhan,

Oh..lama sekali penantian panjang ini Tuhan,bila ini harus jadi jalan Mu aku ikut saja.Tak ingin keras kan hati,bila memang ada waktu Tuhan yang lebih baik dari selisih waktu ku yang hampir terjawab,namun tak jadi terjawab…aku akan menantinya.

Bolehkah aku menanyakan satu hal pada Mu………….???

Mengapa Engkau harus pertemukan cinta yang baru?

Mengapa Engkau menghampiri laki-laki itu padaku?

Mengapa Engkau harus berupaya keras mengganti-ganti pasangan ku?

Andaikan dunia mereka semua dapat ku tapaki,dengan serentak!

Pasti akan jadi satu pelatihan yang tercepat yang akan ku perankan,untuk menguji setia ku pada laki-laki lamaku.yang hampir waktunya tak satu detik pun terlintas warnaku.

Mengapa hanya laki-laki lamaku yang tak menampakkan ada keabadian cinta terhadapku?

Mengapa tujuh puluh tujuh juta laki-laki rela menjual jantung cinta nya demi membeli kesetiaanku ?

Ada kalanya aku malu dengan pertahanan ku ini!

Namun,,,aku lebih malu lagi bila harus menjual murah kesetiaanku pada laki-laki yang tidak [pernah kuharapkan].

Perempuan Melankolis sempurna itu lah pribadiku.aku hampir rusak oleh karena wajahku tidak sesempurna apa yang kuharapkan.

Namun itu satu tekad ku agar sempurna semua yang kuperankan bila nanti wajahku harus kusimpan dan ku ganti dengan topeng.

lebih baik begitu agar tak sat juapun kegagalan yang akan kuperankan.

Teramat manis tawa ku ketika ku tulis kan buku pertamaku ini,namun terlalu sakit hatiku ketika menceritakan kepahitan perjalanan ku ini,,!

Hanya pada mu laki-laki yang belum kutemui ada yang ingin ku katakan padamu jangan pernah merusak hati perempuan melankolis- ini,karena perempuan ini akan lebih menderita bila tak ada alasan mengapa?

Sebab jelas ku akui alasan pasti mengapa ku sanggup bertahan karena aku begitu sempurna memerankan peranku dalam hidup ini dan karena aku begitu mencintai yang ada di belakang ku.

Tersentak tuk berfikir menduakan hati lalu berpura-pura tuk cintai,agar aku bisa membahagiakan laki-laki tanpa ada rasa benci..hingga nanti aku mati,dan di sisa akhir perjalananku akan ku jual mahal kesetiaan ku ini pada sang ketujuh puluh tujuh juta laki-laki.

agar tak ada kecewa dan air mata yang tertusuk seperti penantian lama ku ini.apa aku terlihat bodoh seperti yang kuceritakan ini,tidak!!!

Sebenarnya yang terjadi hanya pergerakan lambat awalnya,namun menjadi begitu besar ketika aku terus mengalah,aku berontak sebab aku lelah dan terlihat begitu bodoh.

Namun justru itu jadi kesempatan,menjadikan mereka marah dan pergi menghilang tanpa ucapan.

Aku juga mampu tuk pastikan niat ku ini tidak lain untuk melunasi dendam atas banyak air mata dan banyak nya waktu yang terbuang tanpa adanya balasan yang kuindahkan dengan memberi kesempatan yang pasti pada mereka.

Sungguh tak habis pikir mengapa ada makhluk yang begitu membuat aku merasa tak sesempurna perananku di mata dunia.mengapa harus ada satu tekad yang tak habis-habis hanya ingin buktikan ada kesetiaan atas semua yang ku jalani dengan pertahanan lama

yang penuh dengan lemparan-lemparan batu hingga menjatuhkan ketegaran-dalam posisiku menghampiri mu.

Namun usai itu aku bangun lagi,dan menghampirimu.

Rasanya memang hampir gila,tak pantas diselamatkan bila logika ikut bertindak.

Benarkah aku akan sanggup untuk jatuh cinta lewat berkian-kian kali.

Rasanya memang tak mudah tapi ini lah rasa yang terlatih untuk tidak mudah berhenti di persinggahan jalan.akan kupermainkan semua laki-laki itu,agar tak ada kematian pada saraf-saraf ku!!!

prinsip ku yang ingin mencuri semilyar cara agar tidak rapuh di jalan yang sama.

Itu mungkin banyak digunakan,oleh manusia yang ingin menghindar dari rasa penat dan yang membosankan –tapi tidak dengan ku,hanya ingin untuk terkepas dari kebodohan yang pernah kubuat untuk menghancurkan diri ku sendiri.tapi itu semua hanya penyampaian agar bisa jadi ketenangan dan melupakan masa lalu ku.aku tak pernah sedikit pun membalaskan dendam itu!!

Memang benar aku mengenal sosok laki-laki yang begitu baik,dan itu kurasakan lewat cara nya yang ingin kan,agar aku bisa pulih dari luka-luka lamaku.

Namun tidak pernah kusangka dia telah meluakai perasaanku,

Ini jadi lelucon kuanggap,sebab mana mungkin dalam waktu yang begitu singkat,dia mencoba untuk meminta ku untuk jadi kekasihnya.yach…tapi tak lama setelah ucapan cinta nya,aku berfikir agar bisa menemani kesendirian ku ini.tanpa ada rasa cinta,hanya sebentar kujalani hubungan ini.namun setelah genap satu bulan aku temukan kekacauan dalam kisah ku.”fikirku ini hanya ujian yang begitu mampu kujalani,namun tak pernah kusangka,ketika kuyakini dirinya,justru semakin menenggelamkan dirinya pada kesedihan masalahnya”

Sempat ku berfikir,apa dia tidak mengenal Tuhan,hingga putus

asa terus berupaya melarutkan kedalaman hatinya,payah!!!

aku terlalu Lelah meyakinkan dirinya agar tidak perlu berlama larut dalam masalahnya,

ku ingin memeluknya dan menjaga nya dalam ketakutan tidurnya.tetap tidak ada kehalusan dalam ucapannya.dan dia ingin mengakhiri hubungan ini,padahal baru saja ku ingin bertahan pada situasi rumit,namun justru pertahanan ku ini sia-sia dia buat!

Selama ini aku tegar bila harus menjalani kepadatan laki-laki yang ingin mendekat padaku

dan tetap aku tersenyum ketika mereka meninggalkan hatiku.

Seketika ini,air mata ku terjatuh ketika

Dia ucapkan “aku tidak [pantas untukmu] “

kenyataan sesungguhnya tak ada pernah satu ucap untuk melukai hatinya,namun mengapa dia mengucapkan kata yang ingin merobek hatiku.

Aneh….aku tak pernah menemukan makhluk seperti ini sebelumnya!

Merasa terluka,yach memang ada sedikit di hatiku.tapi tidak selama yang dulu.

Memang setelah hubungan itu berakhir,setelah dia putuskan untuk tidak lagi bersamaku.karena masalah yang terjadi dalam keluarganya.

Dalam begitu singkat ,itu kualami,yach.. aku tak peduli!

Mungkin ini perjalan yang harus aku jalani.

Namun aku menerima semua ini dengan tatapan yang kuat.

Seolah nyata kini kejenuhan masalah yang penat terus berganti datang menghampiri diriku.

dulu senyum ku begitu ikhlas bila harus melihat mantan-mantan ku pergi jauh,,

bahkan mati!

Namun kini mengapa ku tak sekuat itu lagi,aku tidak kuasa menahan rasa ini,bahwa aku jatuh cinta dengannya,meski begitu singkat aku mengenalnya.

Lebih dari yang terjadi aku memang telah lelah dan lelah

Dengan semua ini.

Memutuskan cinta memang dulu bagiku itu hal yang wajar,asalkan ada kata terus terang,pasti aku tak akan berlama-lama sakit.

apalagi klo dalam komunikasi saja sudah tidak cocok buat apa harus diteruskan.namun kini berbeda,

aku begitu nyaman saat bersamanya,tutur bahasanya,dan pandangan nya yang mampu Meluputkan pandangan ku pada masalah di belakangku.

Apa yang membuat mu sampai tak yakin akan ketulusan cintaku.

apa juga yang membuatnya dengan tak ada alasan satupun berani memutuskan cinta denganku!
bila karena alasan ingin mencari yang terbaik.apa aku bukan pilihan terbaik menurutmu???

Aku tak ingin mengganggu kenyamanan Tuhan ku yang sedang bersama berbahagia dengan orang-orang yang sedang menjalani cintanya dalam kekuatan-kekuatan yang tidak pernah didasari rasa khawatir,

Tidak seperti aku!!!

dan aku mulai berfikir ulang agar,.kuhilangkan kebodohan untuk meninggalkan mu,dan tetap mencintai mu.meski kenyataannya ketika itu aku belum bisa menilai [perasaan ku sebesar apa untuk mu].

Egois ku perlahan-lahan bisa ku tahan .

Hingga nanti aku akan terus tetap tak membendung kesal ini.

Namun mengapa dia harus berucap kata yang begitu pahit kutelan.dan begitu perih menusuk kerongkongan ku,kini dia memohon ampun padaku…..?

Memang benar aku menyimpan simpatik padamu.

Begitu indahnya kulukis namamu dalam bingkai mata hatiku,meskipun awalnya aku tidak peduli kau tinggalkan aku.

Namun kau dengan tak sadar kembali menghubungiku,setelah dulu kau merusak nilai-nilai terbaik ku untukmu.

Yach….itu sekilas perjalanan cinta terakhir yang kujalani,sangat tidak ingin ini kembali.

Karena begitu sakit dan perih,sangat tidak berbudi dan hampir tidak memiliki hati.

Aku memang pernah menyakiti banyak laki-laki.tapi tidak seperih yang dilakukannya terhadapku.aku tetap kuat dalam menjalani peranku seorang yang riang dan tak menampakkan sakit hati bila ada yang melukai.

Namun semua yang tertulis ini bukan bermaksud hati agar semua dapat melihat aku sakit hati!!!semua yang kuinginkan hanya aku dapat berbagi pada kamu yang pernah merasa sakit hati atau patah hati,dan jadi pengawasan bagi yang belum penah merasakan patah hati.

Entahlah saat ini aku harus berbuat apa lagi …

Mati rasa tak ada lagi keinginan untuk mencari bahkan menemui.

Aku benar-benar tak sadar akan trauma.

Entah kenapa kini harus aku rasakan dan alami lagi.mudah memang bila kita berkata masih begitu banyak ;yang harus kita sibuki.

Namun aku begitu sulit menanamkan kata itu dan menggerakan pandangan ku pada hal yang masih begitu banyak berarti.

Andaiakan saja dalam waktu ini aku bisa untuk lupakan dirinya,dan menghilang di sudut kesepiaan,aku pasti begitu senang bahkan akan kembali kemasa kecilku yang tidak pernah mengenal rumit nya cinta.

Atau aku akan menagis pada mamaku oleh karena ada yang telah menjahati aku..

Namun itu tidak mungkin akan ku temui sebab aku sudah bisa mengenal Tuhanku padanya aku selalu menangis akan setiap hari buruk dan bahkan tertawa bersamaNya ketika aku bahagia.

“Apapun gerakan yang ku lakukan hanya dia yang tidak pernah salah dalam mengambil kan jawaban untukku.

Benar..aku sungguh tak berdaya,ketika kata maaf itu di ucapkan padaku,dia pergi untuk selamanya meninggalkan diriku,dan yang hanya tersisa hanya sebuah sepucuk surat yang mengatakan”kau perempuan yang telah mendatang kan sebuah harga mahal kebahagiaan dalam sisa waktu ku“

Tentara surga menyambut mu dengan bahagia,tenang lah dan berjaga lah dalam ketenangan Abadi.

Memang tidaklah mudah aku untuk bisa menempatkan semua hal buruk yang kulalui itu tak luput dari maksud dan tujuanMu.

Sama seperti Engkau telah berkorban untuk menebus dosa-dosa ku.

Menentukan yang terbaik untuk hidupku……………………”

Ini surat untuk Tuhan ku.

Aku tak ingin mengeraskan egoku!

Rasanya tak apa bila kuyakinkan lagi,bahwa dia tak usah berputus asa atas masalah yang dihadapinya,mungkin ini bisa jadikan aku tentram,bila dia tak usah pergi,setidaknya dia bisa sembuh dari masalahnya dan aku hanya tinggal menunggu waktu terbaik untuk pemulihan hatiku.namun semua tinggal penyesalan,aku benar-benar tak ingin langkah ku salah untuk cinta.

Semua nya dapat kuucapkan dan masuk kealam relaksasiku.

Biarkan aku sedikit saja ada di hatimu..aku bahagia.

Aku memang belum bisa mengerti akan ketulusan cinta,sebab selama ini semua itu tidak pernah ada dalam hidupku.tak ada yang abadi…

Aku memang tidak bisa membagi rasa,sebab aku hanya sisa luka yang lama tidak terobati.

Ku kira kau bisa mengenalkan padaku arti kesetiaan itu,

Kini berbeda,kamu pergi tak ada kan pesta sakit hati….

Senyum mu akan tetap mempesona jantung hati ku.

Saat ini aku mengerti semua tak ada yang abadi,

dan itu tertanam dalam semua langkahku…

Aku sendiri pun tak ingin ada keabadiaan,seterusnya tidak akan ada.

Ini perlu untuk kalian ketahui : “aku masih mencintai kekasih lamaku

Dan aku tidak akan melupakan dirinya,

Jadi jangan bilang bila pada hari ini aku jauh dan hampir lupa Padanya,

Namun tak perlu itu kusesali.

karena telah banyak waktu yang menjadikan ku kuat luar biasa,

itu yang harus aku syukuri ,saat ini rasa ku tak ingin lama ku tekuni,biarlah kini semua menghilang bersama sang waktu ,

karena yang kini kurasakan hanya kesendirian yang mampu menilai sesungguhnya aku sempurna tak harus hidup di romantika cinta saja.

Namun sampai kini aku tetap begitu mampu merasakan,ada titik indahnya dalam kesendiriran ini.

Apapun mudah kujalani tanpa adanya godaan-godaan dalam sakit hati dan air mata.

Penempatan ku dialam ini sering sekali menghadirkan banyak keunikan yang terus tak henti kutemui.

Namun sesungguhnya Tuhan ku punya maksud dari kesemuanya Ini!

Apabila aku berjalan aku ingin berjalan seiring dengan sang kekasih lamaku.

Aku ingin berdoa pada Tuhan namun aku tak ingin mengeluarkan air mata.

Namun pecahan-pecahan kaca itu terus mengotori pipiku.

Pada satu malam yang aku lupa tepatnya,ketika aku ingin putuskan aku pergi dari kisah ini.Memang benar,aku tak berani melangkahkan kaki ku lagi.

Sesuatu rupa baru pun tak ingin kutemukan lagi.

Bahasa kasih pun tak ingin ku abadikan lagi.Aku benar-benar hanya ingin sendiri,tak mau berkawan lagi.

Tidurlah dalam pelukan ku…sayang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Engkau……..???

Si Penjaga !